Tanggal Awal Puasa Ramadhan 2019 Muhammadiyah Pemerintah Sama!

Kapan tanggal awal puasa ramadhan 2019 Muhammadiyah Pemerintah atau tanggal awal puasa ramadhan 1440 H (1 Ramadhan 1440 H) jatuh pada hari ini… Kapan?

 

Setiap tahun memang masyarakat Indonesia selalu dibuat bingung dengan awal puasa Ramadhan, karena sering awal puasa Ramadhan antara pemerintah dan Muhammadiyah kadang beda. Walau beda banyak yang bilang jangan jadi perpecahan umat. Namun inti semua itu akar rumput selalu bingung, masyarakat mau ikut yang mana. Sedangkan yang bilang jangan jadi perpecahan juga tidak memberikan solusi apapaun. Kenapa tidak sama saja awal puasa Ramadhan tiap tahun?

awal puasa ramadhan

Awal puasa Ramadhan tahun 2019 apakah sama? Kapan? Apakah beda? Pasti bertanya tanya, pasti akan bingung jika beda mau ikut yang mana. Lebih bingung lagi jika besuk tanggal hari lebaran idul fitri juga berbeda pasti akan bikin bingung dan heboh lagi. Kenapa standarnya tidak disamakan saja? Lalu bagaimana dengan pemerintah? Pemerintah sendiri kebanyakan ikut awal puasa Ramadhan NU dan tanggal Lebaran Idul Fitri NU.


Hotel Murah Bali

 

Di Indonesia sendiri ada beberapa ormas islam yang penentuan awal bulan kadang berbeda, seperti Muhammadiyah menggunakan wujudul hilal dan NU menggunakan rukyatul hilal. Apakah perbedaan dari wujudul hilal dan rukyatul hilal?

 

Menurut laman wikipedia https://id.wikipedia.org/wiki/Hisab_dan_rukyat


Baca Juga:
- Paket Wisata Murah
- Paket Wisata Luar Negeri
- Rental Motor Jogja
- Tiket Pesawat Murah


Rukyatul Hilal

Rukyatul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan merukyat (mengamati) hilal secara langsung. Apabila hilal (bulan sabit) tidak terlihat (atau gagal terlihat), maka bulan (kalender) berjalan digenapkan (istikmal) menjadi 30 hari.

Kriteria ini berpegangan pada Hadits Nabi Muhammad:

Berpuasalah kamu karena melihat hilal dan berbukalah kamu karena melihat hilal. Jika terhalang maka genapkanlah (istikmal) menjadi 30 hari”.

Kriteria ini di Indonesia digunakan oleh Nahdlatul Ulama (NU), dengan dalih mencontoh sunnah Rasulullah dan para sahabatnya dan mengikut ijtihad para ulama empat mazhab. Bagaimanapun, hisab tetap digunakan, meskipun hanya sebagai alat bantu dan bukan sebagai penentu masuknya awal bulan Hijriyah.

 

Wujudul Hilal

Wujudul Hilal adalah kriteria penentuan awal bulan (kalender) Hijriyah dengan menggunakan dua prinsip: Ijtimak (konjungsi) telah terjadi sebelum Matahari terbenam (ijtima’ qablal ghurub), dan Bulan terbenam setelah Matahari terbenam (moonset after sunset); maka pada petang hari tersebut dinyatakan sebagai awal bulan (kalender) Hijriyah, tanpa melihat berapapun sudut ketinggian (altitude) Bulan saat Matahari terbenam.

 

Kriteria ini di Indonesia digunakan oleh Muhammadiyah dan Persis dalam penentuan awal Ramadhan, Idul Fitri dan Idul Adha untuk tahun-tahun yang akan datang. Akan tetapi mulai tahun 2000 PERSIS sudah tidak menggunakan kriteria wujudul-hilal lagi, tetapi menggunakan metode Imkanur-rukyat. Hisab Wujudul Hilal bukan untuk menentukan atau memperkirakan hilal mungkin dilihat atau tidak. Tetapi Hisab Wujudul Hilal dapat dijadikan dasar penetapan awal bulan Hijriyah sekaligus bulan (kalender) baru sudah masuk atau belum, dasar yang digunakan adalah perintah Al-Qur’an pada QS. Yunus: 5, QS. Al Isra’: 12, QS. Al An-am: 96, dan QS. Ar Rahman: 5, serta penafsiran astronomis atas QS. Yasin: 36-40.

 

Lalu apakah tanggal awal puasa Ramadhan 2019 ini akan sama?

Kemungkinan akan sama. Pemerintah masih menunggu sidang isbat awal puasa Ramadhan 2019.

Sedangkan Muhammadiyah sudah mengumumkan awal puasa 2019 yaitu Tanggal 1 Ramadan 1440 H jatuh pada hari Senin Legi, 6 Mei 2019 M sesuai edaran MAKLUMAT PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH NOMOR 01/MLM/I.0/E/2019 di link http://www.muhammadiyah.or.id/muhfile/download/Maklumat%20Ramadhan%201440%20-%20Fix%2025-03-2019.pdf

 

Lalu apakah besuk tanggal hari lebaran hari raya idul fitri akan sama? Mau tahu klik disini selengkapnya tanggal idul fitri 2019.